Usaha Kuliner Puyuh
Usaha kuliner itu gampang-gampang susah, apalagi kalau modal cekak. Juga butuh waktu yang bisa jadi panjang agar dikenal. Kalau modal besar, lokasi bagus, harga oke, boleh jadi lebih gampang. Tapi, kalau modal pas-pasan lalu mempertaruhkan untuk buka restoran atau cafe, dengan resiko maju pesat atau gulung tikar, barangkali harus pikir-pikir berkali-kali sebelum terjun.Mencoba usaha itu dengan modal terbatas dan apa adanya untuk resiko dapur tidak mudah. Yang sukses tentu sudah berjibun meraih pangsa kuliner, yang bertumbangan dan hidup bagai kerakap tumbuh di batu. Hidup segan mati tak mau juga tidak kalah menggunungnya. Jadi, seperti apa kuliner yang mudah dan cepat meraih untung?.
Sulit juga ya, tak mudah menjawabnya. Yang sukses sudah punya segudang pengalaman dari titik nol sampai maju usahanya. Mula-mula kecil saja lama-kelamaan membesar, begitu ceritanya, selalu. Menunya sederhana, tapi rasanya mantap. Makin lama konsumen makin menyukainya. Dan akhirnya muncullah nama-nama yang kemudian menjadi besar.
Lalu, kalau saya mau usaha kuliner, usaha apa ya?. Ini yang terngiang di kepala?.
Saya hanya seorang peternak kecil burung puyuh dan menjual telur yang hasilnya cuma berbelas kilo saja seharinya. Mau menjual burung yang sudah tidak rajin bertelur juga ternyata tidak mudah. Harga pakan yang naik membuat usaha ternak saya kembang kempis…..
Akhirnya, berbekal keterampilan memasak pun sudah bisa mulai menjajakan dagangan daging puyuh.
Bermodal beberapa meja atau bahkan hanya meja saja dengan daging puyuh ungkep dan tempat pengepakan.
- Masyarakat tidak begitu mengenal apa itu daging puyuh. Kalau telurnya (telur puyuh) relatif sudah dikenal baik.
- Sejumlah konsumen sudah mengenal apa itu daging puyuh dan langsung ingin mencobanya. Untuk tipe konsumen ini, tidak diperlukan lagi test food (contoh sampel makanan), tapi langsung membeli.
- Ada aspek spontanitas untuk merasakan daging puyuh sebagai kuliner jenis baru yang mendorong konsumen untuk mencoba test food yang diberikan. Dari pesan hanya satu ekor, kemudian bisa membeli sampai belasan ekor sekaligus. Katanya untuk oleh-oleh di rumah.
- Yang membeli umumnya memberikan penilaian, rasanya enak dan gurih, teksturnya lembut, bahkan ada yang mengatakan, lebih gurih dari daging ayam kampung. Lemaknya juga sedikit, nyaris tidak ada.
- Beberapa ibu-ibu ada yang enggan menyantapnya dengan alasan geli dan kecil jika dibanding ayam. Jadinya, ada kemudian membeli sate telur puyuh yang memang cita rasa dan nilai proteinnya sangat baik bagi ibu-ibu. Kolesterolnya juga relatif lebih rendah
Daging puyuh adalah alternatif kuliner yang memiliki daya pikat tertentu yang mendorong orang untuk mencobanya.
Rasanya yang gurih dan harga yang relatif terjangkau memungkinkan konsumen cepat tertarik.
Jika Anda berminat menekuni kuliner, dan ingin mencoba daging puyuh sebagai alternatif atau menu tambahan maka :
Kami dapat menyediakan daging puyuh karkas frozen siap dimasak untuk kebutuhan kuliner/Katering/Cafe/Warung Tenda Anda. Kami menyediakan secara kontinyu atau temporer sesuai kebutuhan.
Kami mengundang untuk bekerja sama berdagang daging puyuh yang telah dibumbui, ungkep, dan dikemas dengan atau tanpa merek dagang. Khususnya bagi mereka yang ingin berusaha kuliner, tapi tidak mau direpotkan untuk memasak dan mengolah bahan baku menjadi bahan masakan siap santap. Pengiriman dikemas dalam kemasan kedap udara sehingga rasa dan keawetan makanan terjamin tanpa bahan pengawet sintesis.
Kami menjamin pasokan secara rutin baik dengan kapasitas sampai 500 ekor per hari baik dalam bentuk karkas maupun sudah dimasak. Jaminan pengembalian barang (dalam kemasan utuh) kami terima 100%. Dengan demikian resiko awal untuk berbisnis kuliner serta jaminan kontinyu ketersediaan produk, dengan modal kecil, keuntungan lebih mudah diraih. Daging Puyuh mentah (karkas) per ekor hanya 5000,=, Sudah diungkep dan dikemas hanya Rp 6000,- per ekor. Harga konsumen berkisar antara 7000 – 9000 per ekor. Saya jual di minggu pagi Rp 9500 per ekor untuk ungkep siap goreng. Selisih terhadap harga konsumen mencapai 3500 per ekor. Selisih harga pokok penjualan dengan harga jual, memungkinkan sedikit modal, prosentasenya lumayan. Tentu beda pangsa, beda juga harganya. Ini namanya, harga kaki lima, rasa bintang lima. Namun, daya saingnya dibanding dengan ayam tidak kalah, gurih dan proteinnya menang. Proses edukasi kepada pasar, semestinya tidak sulit. Jadi, kuliner puyuh adalah produk alternatif yang menguntungkan bagi siapa saja yang berkecimpung di dunia ini.
Kalau ingin memulai, kapan lagi kalau tidak sekarang. Ubah hambatan menjadi peluang-peluang. Usaha ini tidak ajaib, membutuhkan kerja keras, komitmen, kejujuran, dan tentu saja resiko yang juga harus terukur dan minimum….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar