Cara Menestaskan Telur Puyuh Dengan Mesin
Pada mesin penetas telur puyuh yang masih menggunakan
sistem konvensional biasanya untuk distribusi temperatur dan kelembaban
tidak terkontrol dengan baik sehingga mempengaruhi tingkat prosentase
keberhasilan telur dalam menetas. Ukuran mesin penetas telur puyuh dari
segi box hampir sama dengan mesin penetas unggas lainnya. Perbedaanya
hanya pada ukuran rak telur mesin tetas puyuh lebih kecil dibandingakan
rak telur mesin tetas bebek atau ayam. Hal ini dikarenakan memang ukuran telur burung puyuh lebih kecil dibandingkan telur ayam atau bebek.
Pada mesin tetas telur puyuh sederhana untuk megatur
kesetabilan suhu yang berada didalam mesin bisa dilakukan dengan alat
pengatur suhu yang dikenal sebagai thermostat yang bekerja secara
otomatis. Sedangkan untuk pembalikan telur, ventilasi udara serta
kelembaban sebisa mungkin diatur sehingga menyerupai kondisi pengeraman
yang sebenarnya.
Berhasil tidaknya
kegiatan menetaskan telur puyuh juga tergantung pada beberapa faktor
seperti pemilihan bibit unggul atau kondisi telur yang baik dan
ketepatan dalam menggunakan/mengopersaikan mesin karena hal tersebut
akan berhubungan dengan hasil dan kualitas dari penetasan dan pembibitan
burung puyuh. Untuk lebih jalasnya, berikut panduan menetaskan telur
puyuh dengan mesin tetas dengan mudah:
A. Memilih telur puyuh yang berkualitas
Langkah ini merupakan langkah yang terpenting yaitu memilih telur puyuh yang baik dan benar untuk ditetaskan. Agar memperoleh telur dengan kualitas yang baik, peternak burung puyuh bisa mendapatkannya dengan cara membeli telur atau membuat bibit sendiri. Namun bila menginginkan bibit yang dihasilkan nanti adalah unggas kelas unggul, maka peternak puyuh dianjurkan untuk membuat bibit sendiri dan sebaiknya melakukan proses kawin silang dan menghindari perkawinan sedarah. Syarat telur burung puyuh yang berkualitas untuk ditetaskan: Dalam kondisi bersih, Ukuran telur relatif normal tidak terlalu besar atau terlalu kecil, Kulit telur halus, Tebal kulitnya rata, Terdapat Embrio, Usia telur tidak lebih dari 7 hari.B. Perlakuan Telur Puyuh Selama di dalam Inkubator:
Telur puyuh yang akan ditetaskan diletakkan di tempat penampungan telur (rak telur didalam mesin) dengan posisi bagian telur yang tumpul mengarah ke atas.Langkah selanjutnya yaitu pada proses pembalikan telur dilakukan sebanyak 2 kali dalam sehari dan pada jam yang sama agar seluruh bagian telur dapat terkena panas. Tujuannya adalah agar embrio telur tidak melekat disalah satu sisi telur yang dapat menyebabkan telur tidak jadi menetas (mati).
Berapa lama menetaskan telur puyuh? Telur puyuh ini akan menetas dalam kurun waktu 16 – 17 hari.
C. Pengaturan Temperatur (Suhu Ideal) dan Kelembaban:
Berapa suhu yang ideal untuk menetaskan telur puyuh? Suhu mesin penetas telur puyuh ideal untuk menetaskan telur burung puyuh antara 38° – 39° C. Sedangkan referensi lain, menyatakan bahwa temperatur terbaik 38,7°C. Untuk cara mengatur suhu mesin penetas telur puyuh sederhana Anda bisa membacanya di “cara mengatur suhu pada mesin penetas telur“.Kelembaban pada mesin tetas 65-70% . Referensi lain menyatakan 45-50%. Entah mana yang lebih baik. Namun, selama Anda menambahkan nampan berisi air yang diletakan di bawah mesin penetasan tanpa kipas sudah cukup. Cara mengatur kelembapan mesin tetas
D. Penyimpanan Telur Pada Mesin Tetas.
Dalam menetaskan telur puyuh dari hari ke hari biasanya memerlukan waktu atau masa inkubasi sekitar 16-17 hari, berarti lebih cepat daripada cara menetaskan telur bebek dengan alat buatan. Akan tetapi mengenai suhu tetas dan tingkat kelembaban tidak jauh berbeda dengan telur lainnya seperti bebek dan ayam. Berikut langsung saja langkah-langkah dan cara penyimpanan telur ke dalam inkubator:- Letakan telur puyuh dirak mesin yang telah disediakan dengan ujung yang kecil (lancip) di bagian bawah.
- Pada tiga (3) hari pertama, biarkan telur pada tempat penetasan (egg tray) tanpa digoncang atau digoyang. Sesuaikan temperature dengan temperatur yang dikehendaki (38° – 39° C).
- Mulai hari ke-4, sebaiknya telur digoyang posisinya dari miring ke kiri menjadi miring ke kanan Lakukan perubahan posisi ini sekitar 60°. Hal ini bermanfaat untuk mencegah terjadinya penempelan sel telur pada kulit telur.
- Disarankan untuk mematikan temperatur pemanas atau lampu pemanas sedikitnya 15 menit setiap hari. Hal ini bermanfaat untuk memberikan kesempatan bagi telur utuk “mengatur diri”. Sedangkan telur yang dierami induknya, adalah saat induk keluar untuk mencari makan/minum. Saat itu, telur akan menjadi dingin untuk beberapa saat. Anjuran ini boleh dilaksanakan atau tidak. Karena berdasarkan pengalaman, tidak dilakukan pun, telur tetap dapat menetas.
- Pada hari ke-5, ambil 2 sampai 5 butir telur untuk sampel, periksa melalui teropong berlampu untuk melihat, apakah ada embrio tumbuh. Bila ragu, akan lebih mudah bila dipecahkan saja dan dilihat, apakah ada titik galur merah pada telur atau tidak. Bila ada, itu pertanda bahwa proses penetasan sedang berlangsung. Pada hari ke-10, dicek lagi dengan cara yang sama. Namun, itu hanya untuk memastikan saja.
- Lakukan hal sama seperti poin ke-5 sampai hari ke 15. Puyuh Cortunix Japonica menetas pada usia telur 16 – 18 hari. Puyuh Bob White menetas pada usia 23-24 hari.
Untuk mesin penetas
telur puyuh cortunix Japonica, pada hari ke-15 telur dipindahkan ke
wadah untuk penetasan agar sewaktu menetas tidak jatuh dari tempat
penetasan.
Tips menetaskan telur burung puyuh yang baik dan benar dengan inkubator
-
Memilih Mesin Tetas Burung Puyuh Yang Bagus
Pemilihan alat bantu penetasan yang bagus juga merupakan langkah terpenting ketika akan menetaskan telur puyuh agar hasilnya maksimal. Tips memilih mesin tetas puyuh yang bagus
Tempat penetasan adalah berupa kotak ram kawat yang berada di bagian bawah. Pemindahan ke tempat penetasan dilakukan pada hari ke-15 atau ke-16 menjelang telur menetas. -
Saat Menetas
Sehari sebelum menetas, biasanya sudah muncul tanda-tanda keretakan telur. Satu atau dua jam sebelum menetas, bila didengarkan maka akan ada suara-suara mencicit dari dalam telur. Saat menetas, biarkan anak puyuh keluar dari kulit telur dengan kekuatannya sendiri. Tidak perlu dibantu apapun alasannya. Saat keluar dari kulit telur yang membungkusnya dan Anda membantunya keluar, maka akan dapat menghambat perkembangan anak puyuh di masa depannya. -
Pemindahan ke Inkubator Pemeliharaan.
Bila ingin memindahkan ke inkubator pemanas untuk pemeliharaan DOQ (Day Old Quail) atau Box Breeding (kandang perbesaran) lakukan hanya setelah anak puyuh yang baru keluar dari telur bulu-bulunya telah benar-benar kering. Umumnya butuh waktu satu hari. Jadi, biarkan berada dalam mesin tetas pada hari pertama. Beberapa referensi menyarankan dua hari. Pengalaman, ada di antara keduanya.
Penetasan hari pertama, umumnya 70% dari yang menetas. Pindahkan setelah satu hari di mesin tetas ke inkubator.
Perlu diperhatikan cara pemindahannya. Hindari terkena angin dingin atau angin dari luar pada anak puyuh. Sebaiknya, masukkan baskom kecil ke dalam mesin tetas, biar baskom menjadi hangat sehangat udara di mesin tetas. Lalu, masukkan DOQ yang akan dipindahkan ke inkubator berikut baskomnya, baru dikeluarkan DOQ-nya.
Tentu saja, temperatur pada inkubator sudah harus disesuaikan. Temperatur pada inkubator adalah kurang dari 4-5 derajat dari temperatur pada mesin tetas. Pemindahan dengan mengemggam anak puyuh dan dipindahkan ke inkubator dapat menyebabkan angin dingin menyerang ke DOQ. Ini akan menyebabkan DOQ tidak sehat. Apalagi jika cuaca tidak bersahabat.
Hari pertama didalam mesin penetas telur puyuh, berikan minum air gula/manis pada tempat air. Sebaiknya tempat air ketinggiannya cukup setengah centimeter saja. Jika lebih, letakan batu/kerikil di tempat minum agar DOQ tidak basah atau mati di dalam tempat minum.
Jika DQO menjauhi pusat pemanas dan menempel di dinding kandang, artinya terlalu panas. Jika saling berdekatan dan bertumpuk, artinya terlalu dingin. Atur pemanas sedemikian rupa sehingga sebaran DOQ relatif merata. Sisa dari telur yang tidak menetas, adalah telur yang gagal menetas. Penetasan yang baik mencapai 80-90% dari telur yang ditetaskan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar